{"id":784,"date":"2026-02-09T10:13:07","date_gmt":"2026-02-09T10:13:07","guid":{"rendered":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/?p=784"},"modified":"2026-02-09T10:13:07","modified_gmt":"2026-02-09T10:13:07","slug":"resep-krengsengan-daging-cita-rasa-nusantara-yang-menggugah-selera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/resep-krengsengan-daging-cita-rasa-nusantara-yang-menggugah-selera\/","title":{"rendered":"Resep Krengsengan Daging: Cita Rasa Nusantara yang Menggugah Selera"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Krengsengan Daging: Cita Rasa Nusantara yang Menggugah Selera<\/h1>\n<p>Indonesia, dengan kekayaan kulinernya yang tak tertandingi, menawarkan berbagai hidangan khas yang mampu menggugah selera siapa saja yang mencicipinya. Salah satu di antaranya adalah <strong>Krengsengan Daging<\/strong>. Sajian ini tidak hanya menampilkan kelezatan rasa tetapi juga mencerminkan kebudayaan dan keanekaragaman bumbu khas Nusantara. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang resep Krengsengan Daging yang autentik dan menambah wawasan Anda tentang kuliner Indonesia.<\/p>\n<h2>Sejarah dan Asal-usul Krengsengan Daging<\/h2>\n<p>Krengsengan Daging adalah hidangan khas Jawa Timur, yang diyakini berasal dari Surabaya. Hidangan ini sering kali disajikan dalam acara-acara penting dan merupakan bagian penting dari budaya kuliner Jawa. Krengsengan Daging sering disajikan di meja makan bersama dengan nasi panas dan lauk pendamping lainnya. <\/p>\n<h2>Kenikmatan Rasa Krengsengan yang Autentik<\/h2>\n<p>Menjadi salah satu ikon kuliner Jawa Timur, Krengsengan Daging memiliki cita rasa yang kaya akan rempah. Kombinasi bumbu seperti kecap manis, petis udang, dan rempah-rempah menjadikan rasa hidangan ini sangat khas. Aroma harum rempah berpadu dengan rasa gurih dan manis dari kecap dan petis adalah ciri utama yang bisa ditemukan dalam setiap suapannya.<\/p>\n<h2>Bahan-bahan untuk Krengsengan Daging<\/h2>\n<p>Untuk menghadirkan cita rasa autentik dalam sajian Krengsengan Daging, berikut beberapa bahan yang diperlukan:<\/p>\n<ul>\n<li>500 gram daging sapi, potong dadu<\/li>\n<li>2 sdm minyak goreng<\/li>\n<li>5 siung bawang putih, cincang halus<\/li>\n<li>5 siung bawang merah, iris tipis<\/li>\n<li>2 buah tomat, potong dadu<\/li>\n<li>4 sdm kecap manis<\/li>\n<li>2 sdm petis udang<\/li>\n<li>1 ruas lengkuas, memarkan<\/li>\n<li>2 lembar daun salam<\/li>\n<li>1 sdt garam<\/li>\n<li>1 sdt gula merah<\/li>\n<li>1\/2 sdt merica bubuk<\/li>\n<li>300 ml air<\/li>\n<li>Cabai rawit (sesuai selera, untuk rasa pedas)<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Krengsengan Daging<\/h2>\n<h3>Persiapan Bahan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Potong Daging:<\/strong> Cuci bersih daging sapi, lalu potong menjadi dadu sesuai selera. Gunakan potongan yang seragam agar masak merata.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Siapkan Bumbu:<\/strong> Haluskan bawang putih dan potong bawang merah serta tomat. Menyiapkan bumbu yang sudah siap pakai akan mempercepat proses memasak.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Memasak Krengsengan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Menumis Bumbu:<\/strong> Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum dan layu.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Memasak Daging:<\/strong> Masukkan daging sapi ke dalam wajan. Masak dengan api sedang hingga daging berubah warna.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menambahkan Bumbu:<\/strong> Tambahkan kecap manis, petis udang, tomat, lengkuas, dan daun salam. Aduk rata dengan daging.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Memasak Kuah:<\/strong> Tuang air ke dalam wajan, masukkan garam, gula merah, dan merica bubuk. Aduk rata dan masak hingga daging empuk dan bumbu meresap. Jika suka pedas, tambahkan cabai rawit sesuai selera.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Proses Memasak:<\/strong> Biarkan masakan mendidih hingga kuah menyusut dan daging benar-benar empuk. Koreksi rasa, tambahkan garam atau gula sesuai keinginan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Menyajikan Krengsengan Daging<\/h2>\n<p>Krengsengan Daging siap disajikan sebagai hidangan utama. Sajikan selagi hangat bersama dengan nasi putih dan lalapan seperti timun atau tomat segar. Untuk menambah kenikmatan, krengsengan daging juga dapat disajikan dengan taburan bawang goreng dan kerupuk udang.<\/p>\n<h2>Tips dan Trik<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pemilihan Daging:<\/strong> Gunakan jenis daging sapi dengan sedikit lemak agar hasil akhirnya lebih empuk dan juicy.<\/li>\n<li><strong>Mengatur Kepedasan:<\/strong> Sesuaikan jumlah cabai sesuai selera individu atau keluarga.<\/li>\n<li><strong>Rebusan Tepat:<\/strong> Jika daging masih keras, tambahkan air sedikit demi sedikit dan lanjutkan memasak hingga tekstur yang diinginkan tercapai.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Menutupi<\/h2>\n<p>Krengsengan Daging adalah salah satu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Krengsengan Daging: Cita Rasa Nusantara yang Menggugah Selera Indonesia, dengan kekayaan kulinernya yang tak tertandingi, menawarkan berbagai hidangan khas yang mampu menggugah selera siapa saja yang mencicipinya. Salah satu di antaranya adalah Krengsengan Daging. Sajian ini tidak hanya menampilkan kelezatan rasa tetapi juga mencerminkan kebudayaan dan keanekaragaman bumbu khas Nusantara. Dalam artikel ini, kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":786,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[258],"class_list":["post-784","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-krengsengan-daging"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=784"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":787,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/784\/revisions\/787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media\/786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chiefcoffeekemang.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}